Posts
5 Position Kontrol Guru (5 Positions of Teachers' Controlling)
- Get link
- X
- Other Apps
Posisi Pertama: Punisher (Penghukum) Pada posisi ini perbuatan guru berupa menghardik, menunjuk-nunjuk, menyindir, dan menyakiti. Hasilnya siswa akan memberontak, menyalahkan orang lain, dan berbohong. Itu dilakukan agar tidak dihukum. Siswa meletakkan guru di luar dunia berkualitas. Karena siswa benci atau tidak senang, guru seperti ini bukan seseorang yang difavoritkan. Posisi Kedua: Guilter (Pembuat orang lain merasa bersalah) Pada posisi ini, intonasi guru lebih halus. Misalnya, “Aduh, kamu kok telat lagi. Kamu kan sudah bilang mau tepat waktu. Kok sekarang telat lagi, sih?” Guru banyak berceramah dan mengeluarkan kata-kata yang mengaduk-aduk perasaan sehingga murid merasa bersalah. Hasilnya, siswa akan menyembunyikan, menyangkal, dan berbohong untuk menutupi kesalahannya. Siswa menjadi rendah diri, perasaan dirinya jelek dan sang anak akan berkata,”Maafkan, saya.” Siswa menganggap dirinya jelek dan bukan anak yang baik. Dalam jangka panjang, hal in...
- Get link
- X
- Other Apps
Imagine you are reading a book for school. You need to find important details that you can use for an assignment. However, when you begin to read, you notice that the book has very little punctuation. Sentences fail to form complete paragraphs and instead form one block of text without clear organization. Most likely, this book would frustrate and confuse you. Without clear and concise sentences, it is difficult to find the information you need. For both students and professionals, clear communication is important. Whether you are typing an e-mail or writing a report, it is your responsibility to present your thoughts and ideas clearly and precisely. Writing in complete sentences is one way to ensure that you communicate well. This section covers how to recognize and write basic sentence structures and how to avoid some common writing errors. 1. Components of a Sentence Clearly written, complete sentences require key information: a subject...
Menyiapkan Pembelajaran dengan Media Berteknologi Digital (Modul 10 Keg. Belajar 1 Pembatik Level 3 2021)
- Get link
- X
- Other Apps
Setiap pembelajaran memiliki karakteristik tersendiri, ada indikator-indikator pembeda yang menyebabkan metode atau media tertentu tidak bisa diterapkan secara generik. Indikator tersebut antara lain: Subjek (materi) yang diajarkan, Karakteristik peserta didik, Kondisi di lapangan, Kompetensi pendidik Pemanfaatan media digital tidak dapat dilepaskan dari pembelajaran. Di masa pandemi covid-19 ini terjadi migrasi besar-besaran penggunaan media digital dalam melayani pendidikan siswa belajar dari rumah. Lalu bagaimana tips membuat RPP 1 lembar dengan memanfaatkan media digital? Mari kita simak tips berikut ini:
Aksi Nyata: MOPAS (Motivasi Penilaian Akhir Tahun)
- Get link
- X
- Other Apps
MOPAS: Motivasi Penilaian Akhir Sekolah Aksi nyata ini dilakukan sebagai bentuk motivasi kepada peserta didik dalam menghadapi penilaian akhir sekolah. Aksi nyata ini dilatarbelakangi menurunnya motivasi belajar peserta didik selama masa pandemi. Hal-hal yang dilakukan tentunya selain memotivasi juga menyiapkan peserta didik untuk menguasai materi pelajaran sehingga siap mengikuti Penilaian Akhir Semester. Langkah-langkah aksi nyata: 1. Melakukan sosialisasi melalui WhatsApp Group baik grup peserta didik maupun grup paguyuban wali murid. ...
MODUL 6 (Pembatik Level 2 2021) : PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MEMANFAATKAN RUMAH BELAJAR
- Get link
- X
- Other Apps
* Pemanfaatan Fitur-fitur Rumah Belajar 1. Fitur Sumber Belajar Sumber Belajar merupakan fitur yang menyajikan materi ajar bagi siswa dan guru berdasarkan kurikulum. Materi ajar disajikan secara terstruktur dengan tampilan yang menarik dalam bentuk audio, video, dan laman interaktif. 2. Fitur Kelas Maya Kelas Maya merupakan sebuah Learning Management System (LMS) yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi proses pembelajaran virtual atau tanpa tatap muka antara guru dan siswa. Dengan fitur ini, guru dapat memberikan bahan ajar yang dapat diakses dan dibagikan oleh siswa dalam bentuk digital kapan saja dan di mana saja. 3. Fitur Laboraturim Maya ...
Pembatik Level 2 2021: Pemanfaatan TIK Pembelajaran dengan Pendekatan TPACK serta Analisa dan Rencana
- Get link
- X
- Other Apps
* Definisi TIK adalah: Beragam perangkat dan sumber daya teknologi yang digunakan untuk mengirimkan, menyimpan, membuat, berbagi, atau bertukar informasi dan meningkatkan komunikasi. Alat dan sumber daya teknologi ini termasuk komputer, Internet (situs web, blog, dan email), teknologi penyiaran langsung (radio, televisi, dan webcasting), teknologi penyiaran yang direkam (podcasting, pemutar audio dan video, dan perangkat penyimpanan) dan telepon (tetap atau seluler, satelit, visio / konferensi video, dll.) (UNESCO, uis.unesco.org). Penggunaan TIK oleh guru meliputi: Penggunaan TIK secara profesional Peran TIK dalam integrasi sosial dengan peserta didik TIK sebagai penerapan teknologi pembelajaran Penggunaan TIK dalam manajemen dan pengembangan sekolah Penggunaan TIK yang efektif melalui analisis pribadi, organisasi, dan kelembagaan * Dr. Satish Patel menjelaskan ruang lingkup TIK dalam peran 3E yakni Enabling (menjadikan bisa), Engaging (membuat terlibat), dan Empoweri...
3.3.a.4. Eksplorasi Konsep - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
- Get link
- X
- Other Apps
MELR: Monitoring, Evaluation, Learning, Reporting (Monitoring, Evaluasi Pembelajaran, Laporan) MONITORING DAN EVALUASI (Monitoring and Evaluation) Monitoring dan evaluasi adalah suatu aktivitas yang sangat penting untuk mendukung tercapainya suatu tujuan dari proyek atau program yang dilakukan. Kertsy Hobson, dkk (2013) dalam buku yang berjudul “A Step by Step Guide to Monitor and Evaluation”, Hobson dkk menjelaskan bahwa monitoring adalah proses menghimpun informasi dan analisis internal dari sebuah proyek atau program. Evaluasi adalah sebuah penilaian retrospektif secara periodik pada satu proyek atau program yang telah selesai. Biasanya kegiatan evaluasi melibatkan penilai luar yang independen. Monitoring dan evaluasi, atau lebih mudah disingkat dengan M&E, perlu disinergik dengan kegiatan atau program yang sedang berjalan dengan melakukan perencanaan, tindakan, dan refleksi. Ketiga aktivitas ini menjadi sebuah siklus yang dapat dilakukan berulang-ulang. Dalam melakukan mo...
3.2.a.4. Eksplorasi Konsep - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Pembelajaran 2.1
- Get link
- X
- Other Apps
SEKOLAH SEBAGAI EKOSISTEM Eksosistem merupakan sebuah tata interaksi antara makhluk hidup dan unsur yang tidak hidup dalam sebuah lingkungan. Sebuah ekosistem mencirikan satu pola hubungan yang saling menunjang pada sebuah teritorial atau lingkungan tertentu. JIka diibaratkan sebagai sebuah ekosistem, sekolah adalah sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Kedua unsur ini saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling memengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya. Faktor-faktor biotik yang ada dalam ekosistem sekolah di antaranya adalah: Murid Kepala Sekolah Guru Staf/Tenaga Kependidikan Pengawas Sekolah Orang Tua Masyarakat sekitar sekolah Selain faktor-faktor biotik yang sudah disebutkan, faktor-faktor abiotik yang juga berperan aktif dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran d...